Everybody Loves Me When I’m Dead (2025)

1 voting, rata-rata 8.0 dari 10
IBOSPORT V2 INDOKASINO DEWASPORT88 IBOSPORT V1

Nonton Everybody Loves Me When I’m Dead (2025) Sub Indo | Streaming di Indofilm

Film Everybody Loves Me When I’m Dead (2025) menghadirkan kisah gelap dan reflektif tentang seorang seniman yang hanya menemukan cinta, pengakuan, dan ketenaran setelah kematiannya.

Disutradarai oleh Mati Diop, film ini menggabungkan elemen psikologis, eksperimental, dan metaforis, menjadikannya salah satu karya paling menarik dalam jajaran film festival 2025.

Dengan visual yang artistik dan narasi berlapis, film ini menjadi perbincangan sejak pengumuman perdananya karena tema yang berani: bagaimana manusia sering kali dicintai lebih dalam setelah mereka tiada.

Pencarian terkait nonton Everybody Loves Me When I’m Dead sub Indo dan streaming Everybody Loves Me When I’m Dead Indofilm meningkat karena film ini digadang-gadang sebagai salah satu karya paling memikat di ranah sinema arthouse tahun 2025.


Tentang Everybody Loves Me When I’m Dead

Film ini merupakan produksi bersama antara A24, MK2 Films, dan Canal+, dengan dukungan dari CNC France.

Mati Diop — yang sebelumnya dikenal melalui film Atlantics (2019) — kembali menyoroti tema tentang identitas, kehilangan, dan hubungan antara hidup dan kematian dalam konteks budaya modern.

Everybody Loves Me When I’m Dead bukan sekadar drama, tetapi sebuah eksperimen visual tentang eksistensi dan warisan manusia di era digital, di mana popularitas sering kali menjadi pengganti makna hidup.


Sinopsis Everybody Loves Me When I’m Dead

Film ini mengikuti kisah Léonie Duval (Adèle Exarchopoulos), seorang pelukis avant-garde asal Paris yang selama hidupnya diabaikan oleh dunia seni.

Setelah serangkaian kegagalan pameran dan kritik keras terhadap karyanya, Léonie tenggelam dalam isolasi dan depresi. Ia mulai merekam video diary yang berisi pikiran dan renungan eksistensialnya — tentang seni, cinta, dan kematian.

Namun, suatu malam, Léonie menghilang secara misterius. Beberapa minggu kemudian, dunia seni diguncang oleh kabar kematiannya. Ironisnya, setelah meninggal, karya-karya Léonie mulai dihargai sebagai mahakarya, dilelang dengan harga tinggi, dan dijadikan simbol feminisme baru.

Film ini lalu bergulir antara dua realitas: dunia setelah Léonie tiada, dan pikiran-pikiran terakhirnya yang tertinggal dalam rekaman — membangun lapisan misteri antara fakta dan fiksi, kehidupan dan kematian, pencipta dan penikmat.

Melalui narasi yang non-linear, film ini menyoroti betapa manusia sering kali baru dihargai ketika sudah tidak bisa mendengar pujian itu lagi.


Informasi Produksi

  • Judul: Everybody Loves Me When I’m Dead

  • Tahun Rilis: 2025

  • Negara Asal: Prancis

  • Bahasa: Prancis, Inggris

  • Genre: Drama, Mystery, Psychological Thriller

  • Durasi: ± 120 menit

  • Sutradara: Mati Diop

  • Penulis Naskah: Mati Diop, Claire Barré

  • Produser: Charles Gillibert

  • Studio Produksi: A24, MK2 Films, Canal+

  • Distribusi: Internasional melalui jaringan festival dan platform digital

  • Tanggal Rilis: 19 September 2025

  • Status Produksi: Selesai, siap tayang perdana di Festival Film Venesia 2025

Film ini menonjolkan gaya visual simbolik — permainan cahaya dan bayangan yang mengekspresikan konflik batin tokoh utamanya.


Karakter dan Pemeran

  • Adèle Exarchopoulos sebagai Léonie Duval – Pelukis avant-garde dengan jiwa rapuh dan pemikiran filosofis mendalam.

  • Vincent Cassel sebagai Dr. Morel – Psikolog Léonie yang berperan sebagai cerminan rasionalitas di tengah kekacauan emosionalnya.

  • Isabelle Huppert sebagai Madame Roux – Kurator galeri yang baru mengakui nilai karya Léonie setelah kematiannya.

  • Noée Abita sebagai Camille – Asisten muda Léonie yang menemukan rekaman terakhir sang seniman.

  • Tah Rahim sebagai Étienne – Mantan kekasih Léonie, seorang fotografer yang memanfaatkan tragedi untuk keuntungan pribadi.


Tim Produksi dan Kru

  • Sutradara: Mati Diop

  • Penulis Naskah: Mati Diop, Claire Barré

  • Produser: Charles Gillibert

  • Sinematografer: Hélène Louvart

  • Editor: Julien Lacheray

  • Penata Musik: Fatima Al Qadiri

  • Desain Produksi: Pascal Le Guellec

Kombinasi antara Diop dan Hélène Louvart menghadirkan estetika visual yang puitis dan surealis, menyeimbangkan dunia nyata dengan ruang bawah sadar karakter utama.


Fakta Menarik dan Behind the Scenes

  1. Film ini terinspirasi dari esai Jean Baudrillard tentang ilusi eksistensi dan budaya populer, meskipun tidak secara langsung mengadaptasinya.

  2. Adèle Exarchopoulos melakukan riset intensif tentang gangguan mental dan kehidupan seniman perempuan abad ke-20 untuk memerankan Léonie.

  3. Beberapa adegan direkam dalam format kamera Super 8, memberi kesan dokumenter dan intim.

  4. Sutradara Mati Diop menggunakan teknik parallel editing untuk menampilkan dua garis waktu: hidup dan setelah kematian.

  5. Musik latar karya Fatima Al Qadiri memadukan ambient elektronik dengan vokal eksperimental, menciptakan atmosfer spiritual dan melankolis.

  6. Film ini direncanakan tayang perdana di Festival Film Venesia 2025, sebelum rilis global.


Musik dan Soundtrack

Soundtrack film ini menjadi elemen penting dalam membangun ketegangan emosional.

Komposer Fatima Al Qadiri menciptakan skor musik eksperimental dengan nada-nada rendah dan distorsi halus untuk menggambarkan kesunyian batin Léonie.

Beberapa komposisi menonjol:

  • “Voix de la Mort” – tema utama yang muncul di awal dan akhir film.

  • “Silence After Applause” – lagu yang menggambarkan paradoks ketenaran setelah kematian.

  • “Glass Portraits” – melodi ambient yang mengiringi adegan flashback terakhir Léonie.

Musik berperan besar dalam memperkuat pesan film: bahwa keindahan sejati sering kali muncul di antara kehilangan dan kesunyian.


Respons Kritis dan Antisipasi

Film Everybody Loves Me When I’m Dead digadang-gadang sebagai salah satu karya arthouse paling kuat di tahun 2025.

Kritikus memuji penyutradaraan visual yang memukau, serta performa Adèle Exarchopoulos yang dianggap sebagai salah satu penampilan terbaik dalam kariernya.

Beberapa ulasan awal dari pemutaran festival menyoroti film ini sebagai refleksi mendalam tentang ego, seni, dan kematian dalam masyarakat narsistik.

Gaya naratif non-linear dan atmosfer misteriusnya membuat film ini sering dibandingkan dengan karya Gaspar Noé dan Lars von Trier, namun dengan sensibilitas khas perempuan yang lebih empatik dan kontemplatif.


Menonton Everybody Loves Me When I’m Dead di Indofilm

Setelah rilis festival dan distribusi internasional, Everybody Loves Me When I’m Dead (2025) akan tersedia dalam versi digital lengkap dengan subtitle Indonesia (sub Indo).

Melalui streaming Everybody Loves Me When I’m Dead Indofilm, penonton dapat menikmati film yang tidak hanya bercerita tentang kematian, tetapi juga tentang kehidupan, pengakuan, dan kerinduan manusia untuk diingat.

Film ini cocok bagi penonton yang menyukai drama psikologis bertema eksistensial, dengan penceritaan lambat namun penuh kedalaman visual dan makna filosofis.


Penutup

Everybody Loves Me When I’m Dead (2025) adalah meditasi sinematik tentang seni, kesepian, dan kebutuhan manusia untuk dicintai — bahkan setelah tiada.

Dengan arahan visioner dari Mati Diop, penampilan memukau Adèle Exarchopoulos, dan sinematografi yang menghanyutkan, film ini menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan cermin dari apa yang tidak kita hargai saat hidup.

Bagi penikmat sinema berpikir, nonton Everybody Loves Me When I’m Dead sub Indo melalui streaming Everybody Loves Me When I’m Dead Indofilm akan menjadi pengalaman menonton yang memikat, filosofis, dan penuh refleksi emosional.

Oleh:
Diposting pada:
Dilihat:16
Rating:R
Kualitas:
Tahun:
Durasi: 128 Min
Negara:
Rilis:
Bahasa:ภาษาไทย

Download Everybody Loves Me When I’m Dead (2025)